Sunday, 8 April 2018

Musik Lawas Indonesia

Delly Rollies

Kelompok musik yang berasal dari Bandung, Rollies dimana Delly merupakan salah satu vokalis disamping Gito, Bonny dan Jimmy Manoppo.  Sebagai vokalis handal yang juga pernah bersolo karir serta sempat merilis beberapa album yang bisa diterima pendengar musik saat itu.  Berikut salah dua album yang sempat dirilis Delly yaitu Album Kau dan album Cinta Remaja.

Bram Bramanto (Facebook)


Album Kau Musik Fariz RM
Album Cinta Remaja Musik Harry Sabar


 Herman Gelly Efendi

Keybordis kelompok Symphony 82 ini juga sempat mengerjakan proyek diluar Symphony seperti salah satunya adalah menggarap album Dina Mariana Disini di Hatiku yang dikerjakan bersama Rekan lainnya yang dulu dikenal GUR Syndicate yaitu singkatan dari Gelly, Uce Hariono, Raidy Noor.  Album Solo semata wayang Herman Gelly Litograf 01 dirilis bersama Granada Recors.  Album ini diselesaikan selepas rilis album Trapesium bersama Symphony. Dalam solo album ini Gelly memainkan semua instrument musik kecuali drum dibantu Uce Hariono.

kasetkaset.blogspot.com

Boery Pesulima

Legend Musik Indonesia ini banyak merilis album, salah satunya yang fenomenal adalah album BadaiPasti Berlalu yang dikerjakan bersama The Meicy.  Meskipun album ini kalah bersaing dengan album yang sama yang dibawakan Chrisye Eros dan Yockie sebagai pencipta dan pengeloa asli album ini.  

kasetkaset.blogspot.com

Bubi Chen

Album langka ini menampilkan musik Jazz berkualitas Just Jazz titel album ini menampilkan hits bila kau seorang diri versi Jazz yang dibawakan vokal Pauline Nainggolan.  
Album ini digarap oleh Bubi Chen, Tri Wijayanto, Tio Tjhoen Seng, Sanny, Koes Syamsudin, Boy.
Penyanyi pendukung lainnya seperti Elsye Louise, Endang Dianita.  Membawakan lagu karya A. Riyanto, Rinto Harahap, Gombloh dan beberapa lagu hits barat.

Bubi Chen. kasetkaset.blogspot.com



Jakarta Rythm Section Akurama Musik Manis

Jakarta Rythm Section


kasetkaset.blogspot.com


Komunitas anak muda Jakarta yang memiliki kegemaran bermusik dan sering berlatih bersama.  Jakarta Rythm Section mereka biasa menyebutnya.  Album semata wayang dengan titel Akurama musik Manis.  Akurama Records saat itu kembali menampilkan suasana baru dan segar lewat hits dari Jimmy Manoppo, Nia Daniaty, Fariz RM, Daniel Sahuleka, Billy Joe, Commodors dll.  Ini adalah salah satu citra kreasi anak muda yang dikelola dalam Fariz Organizations dan merupakan babak baru di musik Negeri.  Kalau melihat pemain yang terlibat dalam pembuatan album ini, sebagian besar adalah anak Muda Transs yang juga sempat merilis album dengan titel Hotel San Vicente. Hafil Perkus, Erwin Gutawa, Ekky Soekarno, Mutia Megakusuma, Fariz RM.  Album inipun disebutkan bahwa pengelola rekaman adalah Transs Productions untuk Fariz Organization

Materi Instrumentali yang sangat kreatif ini menampilakn lagu hits seperti :
Sakura, Ratih Puspa, Selangkah Keseberang, Sandra Ameido, Semusim, Just the way You are, Diantara Kata, Selembut Mega, Api Asmara Mencari Cinta, Woman In Love, Still, Dont Sleep away the Night.

Wednesday, 21 March 2018

Wiwiek Lismani


Wiwiek Lismani

Mereka yang melewati perjalanan musik indonesia di era awal 80an mungkin mengenal sosok penyanyi berwajah lembut ini.  Berangkat dari rekaman Tembang Remaja 81 bersama Sky Record dan mendukung vokal di album TRANSS Hotel San Vicente, Wiwiek mencoba mengadu peruntungannya bersama Sky Record dengan merilis solo album dengan lagu jagoan Suara dan Doa Ciptaan Jundi V. Karjadi dan Deddy Dhukun.  
Album ini didukung musisi handal yaitu Jimmy Manoppo, Uce F. Tekol, Jundi V. Karjadi, Dodo Drakhma dan Uce Hudioro.  10 lagu diampilkan di album ini. 

Wiwiek Lismani "Suara dan Doa"

Side A
.
Hari Bahagia
Salamku
Suara dan Doa
Seia Sekata
Di atas Segalanya

Side B.
Dewi Malam
Bunga Asmara
Khayal dan Kenangan
Kusadari Yang Terjadi
Harapan Yang Punah 

Thursday, 1 February 2018

Kaset Rekaman JAM (Jackson Akurama Musica)

Rekaman JAM (Jackson Akurama Musica)

Di Era 80an ada label rekaman kompilasi yaitu Rekeman JAM yaitu gabungan 3 rekaman lagu Indonesia yang ternama saat itu yaitu Jackson Records, Akurama Records dan Musica Studio. Pasaran setiap kaset rekaman JAM bisa dianggap sukses karena berisikan lagu lagu pilihan yang laris dipasaran.  Materi lagu sebetulnya sudah dipasarkan sebelumnya baik album penyanyi aslinya maupun kompilasi dan diterima oleh masyarakat. 
Melihat potensi dan  peluang pasar yang bagus, Label Atlantic Records pun ikut merelease lagu dari JAM seperti album Kawula Indonesia Bernyanyi.

Beberapa penyanyi yang mewakili Jackson Records seperti Ebiet G Ade, Vina Panduwinata, Kiki Maria, Utha Likumahuwa, Franky dan Jane, dll.  Akurama Records seperti Dina Mariana, Fariz RM, Nia Daniaty dll.  Musica Studio cukup banyak seperti Chrisye, Yockie, Keenan, Iwan Fals, Betharia Sonata, Elly Sunarya, Rafika Duri dll.

Kaset rekaman JAM saat ini  banyak diburu oleh kolektor sebagai series album karena sudah cukup langka didapat dipasaran bebas maupun online.


Rekaman JAM



Kompilasi Rekaman Musica

Musica sebagai rekaman ternama dan bisa dikatanya leading untuk dunia rekaman indonesia, sudah lebih dulu mengeluarkan album kaset kompilasi yang menampilkan penyanyi-penyanyi dibawah bendera Musica Studio.  Saat itu nama seperti Chrisye, Yockie, Keenan Nasution, Eros Djarot,  Ebiet G Ade,  Chaseiro, Harvey Malaiholo, Raf ika Duri, Andi Matalata dll  merupakan andalan mereka dalam memproduksi kaset. Bahkan mereka mengeluarkan kompilasi Musica Hits yang berisikan lagu pilihan dan hits dipasaran,  Musik Elite juga merupakan kompilasi Chrisye dkk.

Musik Elite sempat dirilis 2 Album




Happy Pretty

Dibawah label Pulau Bali Record, Pretty pernah merilis album Jazz dengan nama Indonesia.  Kompisisi karya Dodo.  Disamping itu juga membawakan karya Christ Kayhatu dan Jasir Sjam.  



All Jazz Indonesia
Side A
Indonesia (Dodo)
Kuresapi Hidup ini (Jasir Sjam)
Pesona Hati ( (Dodo)
Pertama Kali (Christ Kayhatu)
Rembulan & Bintang (Jasir Sjam)

Side B
Jalani Hidup (Jasir Sjam)
Berlalu (Jasir Sjam)
Tersiksa Lagi (Christ Kayhatu)
Romantika Remaja (Jasir Sjam)
Kepastian (Jasir Sjam)

   





Sunday, 12 November 2017

Wanita Dalam Rangkulan Fariz RM Symphony Transs

Wanita disekeliling Fariz RM/Symphony/Transs

Sebagai musisi handal di blantika musik Indonesia di era awal 80an hingga saat ini tetap exist, menunjukkan bahwa seorang Fariz RM adalah musisi yang bisa diterima di era musik yang berbeda.  Mulai awal 80an hingga saat ini adalah perjalanan sangat panjang yang telah dilalui.  Saya sempat kagum dan kaget saat membaca berita mengenai penampilan / konser Fariz RM suara disko dimana rata-rata diramaikan oleh anak-anak berusia muda, mereka sangat antusias menikamti lagu Fariz RM dan hapal syairnya.  meskipun kalau dipikir sebenarnya ada rentang perbedaan waktu dan usia mereka saat pertama lagu ini dirilis. Hal ini menunjukkan bahwa karya Fariz RM dapat diterima di segala usia.

Fariz RM mulai masuk rekaman di akhir-akhir 70an, Catatan performance bersama Benny Soebardja dan sutradara musik dialbum Harie Dea adalah awal Fariz masuk didunia musik Indonesia.

Jenius dibidangnya dan penampilan yang oke, menjadi magnet yang dasyat dan membuat banyak penyanyi maupun musisi lain ingin bekerja sama "bermain" musik bersama Fariz RM.  Tak terkecuali banyak wanita antri ingin di aranjer oleh Fariz untuk membuat album rekaman.  Berikut ini beberapa wanita yang pernah bekerjama sama dengan Fariz RM/Symphony/Transs


1. Marissa Haque
Marissa Haque Band, insedential band yang dibentuk untuk rilis album Marissa Haque ini yang notabene sebenarnya adalah kelompok band SYMPHONY.  Hits lagu Renungan dibawakan Marissa duet bersama Fariz.  

2. Emilia Contesa
Album lama ini dirilis cukup apik musik maupun performance vokal Emilia.  Lagu pertama yang berjudul Andhika karyacipta Fariz/Revina dibwakan duet Emilia dan Fariz dengan sempurna, tampak performance vokal Fariz yang sangat kuat membuat lagu ini layak dijadikan andalan album ini.

3. Dina Mariana
Salah satu penyanyi yang turut menjadi sejarah perjalan Fariz bersama Transs.  Album Kristal Rindu ini di garap Transs bersamaan dengan album pertama Transs Hotel san Vicente.  Musiknya kuat sekali bernuansa Transs dan dikombinasikan dengan warna vokal Dina Mariana yang lembut. Dina juga pernah bekerjasama dengan Herman Gelly Effendi untuk album disini dihatiku.  Raidy Noor dan Uce turut mendukung album ini.  

4.  Nenny AR. 
GUR (Gelly, Uce dan Raidy Noor) kembali mengibarkan performance untuk merilis album penyannyi Nenny AR.  Saat mendengar album ini terasa sekali warna Symphony dengan sound khas keyboard Herman Gelly Effendi.  Warna The Police terasa di album ini.

5.  Karmila
Album Karmila musik dan backing vokal Fariz RM.  Hits lagu Selamat Pagi Cinta dan Biarkanlah.  

6. Arie Kusmiran
Lagu handal "Kuberjanji" yang juga ditampilkan kembali oleh Fariz di Album Musik Rasta.  Fariz, Jimmy, Ekki Soekarno, Uce Hariono dan Tito Soemarsono mendukung album ini.  Album ini cukup manis dinikmari.

7.  Nia Zulkarnain
Album yang diberi titel kepastian didukung banyak musisi handal, Fariz RM, Herman Gelly, Bagoes AA, Hafiel PK, Dodi S, Tito Soemarsono, Dian PP dan Deddy Dhukun.  Warna Musik cukup manis dinikmati.  Kepastian adalah lagu versi indonesia dari lagu Fariz berjudul More yang ada dialbum Do Not Erase.  

8.  Ira Maya Sopha 
Hits lagu Janji merupakan lagu andalan dialbum yang diaranjer oleh Fariz RM.  Bersama Superdigi Ira pernah juga merilis single Kemarau di Paris.










Friday, 11 August 2017

Lokasi jual kaset pita dan tempat kuliner


Tempat jual kaset

Cerita ini adalah pengalaman saya sewaktu tinggal di kota Surabaya.  Kegemaran akan koleksi kaset pita memaksa saya untuk mencari tempat kaset pita dijual.  Di kota Surabaya ada beberapa tempat favorit yang selalu dikunjungi oleh pemburu kaset.  Lokasi-lokasi itu biasanya berada dalam satu lokasi dengan penjualan barang-barang bekas.  Sesuai dengan kondisinya, kaset pita sebagai barang langka atau barang bekas karena sudah tidak diproduksi lagi.  Era digital menyebabkan kaset pita tergeser dan digantikan dengan musik format MP3 atau saat ini yang masih bertahan adalah CD (Compact Disc).  
      Beberapa tempat penjualan kaset pita yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi diantaranya adalah :

Kaset bekas di kota Surabaya

     Pasar Gembong atau lengkapnya Gembong Tebasan, merupakan lokasi penjualan barang bekas terbesar di Surabaya.  Lokasi pasar barang bekas ini berada disepanjang jalan Kapasari. Bila dari Terminal Jembatan Merah (Surabaya Utara) lokasi terus kearah Timur jalan lurus melewati jalan kembang Jepun dan Kapasan, kemudian ke arah Selatan sampai Jalan Kapasari. Perjalanan sekitar 10 Menit bila naik angkutan umum, lebih cepat bila naik ojek online. Bila anda telah sampai di Jalan Kapasari, bisa menyusuri sepanjang jalan tersebut.  Ada sekitar 8 titik lokasi penjual kaset yang menetap dan kadang ada beberapa yang insedential/tidak menetap atau tidak hanya jual kaset saja, kadang jual kadang tidak. Pasar ini buka setiap hari dan ramai dikunjungi di hari libur.
     Lokasi lain (Kadang ada, kadang tidak ada penjual kaset bekas) seperti di Pasar Turi, Pasar barang bekas dan Akik, berada di belakang jalan kantor Pemadam kebakaran kota Surabaya hingga tembus jalan Indrapuran samping kantor DPRD.  Saat ini tidak ada lagi penjual kaset yang menetap, hanya kadang ada kadang tidak. Lokasi lainnya Rombengan di Pasar Ngagel dan Pasar Minggu Pagi di Masjid Agung.

Bila anda ingin mencari tempat makan setelah berkeliling-keliling mencari kaset bekas, banyak tempat makan di Surabaya.  Disekitar pasar Gembong tidak perlu kuatir karena banyak tempat makan mulai yang dipinggir jalan hingga di Mall atau restoran.  Sepanjang jalan kapasari banyak ditemui penjual makanan kakilima. Ke arah selatan sekitar 500 M ada gedung THR Mall yang merupakan pusat komputer dan HP didalamnya ada tempat makan. terus ke Selatan sepanjang jalan kusuma bangsa hingga ke daerah Stasiun Gubeng banyak sekali ditemui tempat-tempat makan yang dijamin tidak menguras kantong.

Kaset bekas di kota Malang
Sempat saya jalan-jalan ke kota Malang dan bertemu dengan teman-teman dikota itu, terutama yang memiliki hobby sama, koleksi kaset pita.  Beberapa tempat penjualan kaset bekas yang mungkin masih ada yaitu di Pasar Comboran lokasi berdekatan dengan rumah sakit Panti Nirmala (Selatan kota Malang).
Lokasi lain di Pasar Loak Juanda (Jalan Juanda) yang berada di samping kampoeng warna-warni jembatan Brantas Malang.  Ada satu bedak yang menjual kaset lawas dan merupakan salah satu penjual terlama di Kota Malang, namanya Mas Tono.  Ybs juga berjualan di Pasar Minggu Stadion Gayana setiap hari Minggu Pagi hingga siang hari.  Lokasi ketiga adalah di Veledrom yaitu berada diperumahan sawojajar Malang, ada satu penjualn kaset bekas yaitu Cak Subi, Ybs juga menjual buku bekas.
Untuk lokasi bedak atau toko mungkin hanya itu yang pernah saya kunjungi.  Untuk lokasi lain biasanya berada di rumah penjualnya langsung.




Salah satu kaset yang diperoleh di Malang yaitu Kaset karya cipta Guruh Soekarno Putra yaitu Album Pusparagam dan album Candu Asmara. Dua album ini mulai jarang ditemui di pasar kaset bekas.
Silakan bagi yang berminat.






Tips membersihkan kaset pita.

Kaset pita yang merupakan barang lama, karena sudah lama tidak diproduksi lagi.  Kondisi sebagai barang lama tentunya ada perubahan karena berjalannya waktu, seperti perubahan fisik baik casing, pita dan kondisi lain di kaset tersebut.

Untuk Rumah kaset atau Casing, biasanya perubahan dikarenakan elastisitas casing yang sedikit membengkok, baik karena cuaca, suhu dan kondisi tempat penyimpanan yang lembab, sehingga menyebabkan casing tidak lurus (agak membengkok).  Hal ini dapat menyebabkan tersendatnya putaran pita saat pemutaran lagu (putaran bisa lambat atau tidak bisa berputar sama sekali).

Suara lagu agak mendem (tidak jelas), biasanya dikarenakan bantalan kaset kotor atau sudah keras karena seringnya pemutaran kaset tersebut. bantalan juga bisa lepas hingga tertinggal platnya saja.  Atau bahkan plat lepas dari penyangganya.  Untuk perbaikan kondisi suara lagu menjadi lebih jernih lagi yaitu kita lihat bantalannya.  Kalau hanya kotor cukup dibersihkan dengan obeng kecil dengan di kerik-kerik hingga kotoran pada bantalan bersih.  Jika dikarenakan bantalan keras atau kondisi lepas, maka perbaikan dengan membukan rumah kaset (casing). Ada solusi agar tidak membuka casing adalah dengan memberi kertas tisu atau kapas pada atas bantalan.

Untuk persiapan perawatan kaset dibutuhkan obeng kecil dan alat pembersih seperti kapas, tisu.

Kaset yang akan diperbaiki dan obeng kecil

Kaset yang telah dibuka dan melepas pelicinya

Bantalan yang telah dilepas


Cara melepas rumah kaset (Casing)
1.  Siapkan obeng kecil
2.  Bukalah sekrup casing (ada 5 sekrup), sebaiknya buka dulu yang dibangian tengah untuk menjaga 
     elastisitas rumah kaset.  semudian bukan sekrup lain yang berada diujung-ujung casing.  Jangan 
     menekan keras saat membuka agar casing karena dapat membuat casing pecah.
3.  Lepas pelicin pita biasanya berwarna lembar hitam (ada 2 lembar, diatas dan dibawah pita), lepas        yang diatas pita dulu
4.  angkat pita secara hati-hati keluar casing dan letakkan ditempat yang aman.  Jaga jangan sampai          pita berhamburan lepas.  Kemudian pindahkan pelicin pita yang dibawah pita.
5.  Lepas bantalan kaset, plat bantalan, roda perputaran kaset (ada 2 diujung kiri dan kanan)
6.  Setelah semua dilepas, baru dilakukan pembersihan casing bagian dalam.  Biasanya kotor debu            hingga jamur yang menempel.
7.  Jamur kadang juga ada di pita, sehingga untuk pembersihan harus dilakukan hati-hati.
8.  BIla telah besih baru dilkukan pengembalian casing seperti semula.






Wednesday, 9 August 2017

Ebiet G Ade

Ebiet G. Ade

         Salah satu penyanyi dan pencipta lagu dengan genre balada.  Memulai karirnya di daerah Yogyakarta. Namun,...tenar dan kharismanya menyala benderang di Ibukota Jakarta.  Perjalanan langsung diterima masyarakat indonesia semenjak album pertama direlease di tahun 1979 dengan titel album Camelia 1.  Cahaya terus menyala hingga album-album selanjutnya, bahkan saya pribadi menilai cahaya itu terus menyala hingga saat ini.  Anugerah yang luar biasa menghinggapi diri seorang Ebiet G. Ade.
        Album selanjutnya terus berjaya, Camelia 2, 3, 4 dan album lainnya selalu diterima telinga masyarakat yang rindu mendengarkan setiap lagu yang dicipta dan dinyanyikan. Salah satu diterimanya karya Ebiet G. Ade adalah lirik lagu yang sangat mudah dicerna, tema lagu adalah kehidupan manusia sehari-hari, keindahan alam dan selalu membawa kita untuk ingat atas keagungan dan keesaan sang pencipta alam ini, Allah swt.
            Perjalanan Ebiet yang terus diterima membuat banyak musisi Indonesia ingin bekerjasama untuk menampilkan karya Ebiet di album berikutnya.  Musisi terkenal Indonesia sudah banyak bekerjasama dengan Ebiet G. Ade.  Rekaman didalam bahkan luarnegeri pernah dijalani Ebiet G. Ade.  Banyak alasan terutama untuk membantu kualitas hasil karya.
              Musisi Indonesia yang memiliki Genre sama atau yang hampir sama diantaranya Iwan Fals, Franky Sahilatua, Doel Soembang.  Kalau kita lihat kesamaan tema lagu yang diangkat salah satunya mengenai kehidupan manusia.  Semua musisi inipun diterima karyanya oleh masayarakat Indonesia.  Mereka adalah maestro musik Indonesia.